Wonogiri — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Wonogiri kembali melaksanakan panen kacang tanah di area branggang Lapas pada Jumat (26/6/2026). Kegiatan panen dilakukan oleh 2 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bersama 1 petugas pertanian Lapas sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian sekaligus mendukung implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin Kemandirian Pangan.
Panen kacang tanah merupakan hasil dari proses budidaya yang dilakukan secara rutin oleh WBP di bawah pendampingan petugas. Mulai dari pengolahan lahan, penanaman, penyiraman, hingga perawatan tanaman dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana pembelajaran keterampilan di bidang pertanian. Selain menjadi media pembinaan, hasil panen juga dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan di lingkungan Lapas Wonogiri.
Kepala Lapas Wonogiri, Siswarno, menyampaikan bahwa program pertanian menjadi salah satu bentuk pembinaan produktif yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. "Melalui kegiatan pertanian, warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan bercocok tanam, tetapi juga belajar tentang disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama. Program ini merupakan wujud komitmen Lapas Wonogiri dalam mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mewujudkan kemandirian pangan," ujar Siswarno.
Lapas Wonogiri terus berkomitmen mengoptimalkan lahan yang tersedia menjadi area pertanian produktif sebagai bagian dari proses pembinaan. Dengan keterlibatan aktif WBP dalam setiap tahapan budidaya hingga panen, diharapkan mereka memiliki bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang produktif, mandiri, dan berdaya guna.
Kontributor Humas Lagiri
Lapas Wonogiri Kembali Panen Kacang Tanah Sebagai Wujud Nyata Kemandirian Pangan
#LembagaPemasyarakatan
#Lapas
#Pemasyarakatan
#Berita
#InfoLapas
#Terkini